Cara Merawat Luka Kencing manis

Cara Merawat Luka Kencing manis

Luka diabetes adalah suatu komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes dimana kadar gula darah senantiasa tinggi sehingga merusak aliran darah dan juga syaraf-syaraf kurang sensitifitasnya thd nyeri saat terjadi luka seringkali luka baru disadari oleh penderita ketika luka sudah mengeluarkan cairan/nanah dan terjadi infeksi.

Luka diabetes juga mempunyai kriteria khusus diantaranya adalah luka sulit sembuh, seringkali luka terlihat kering (hitam/kuning) yang mungkin menurut orang awam luka sudah mulai sembuh padahal jauh dibawah kulit luka sudah dalam dan seringkali sudah terdapat goa (terowongan) dibawah kulit.

Ketidaktepatan dan ketidaktahuan penderita / keluarga dalam perawatan luka seringkali malah memperparah luka, terlebih lagi adanya keengganan penderita untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan karena khawatir akan dilakukan amputasi acapkali menyebabkan luka semakin parah.

Berikut adalah tips perawatan luka diabetes yang dapat dilakukan oleh keluarga di rumah:

1. Awali dgn membaca doa terlebih dahulu, lalu pakai sarung tangan Cuci luka dengan menggunakan sabun cair (sabun cair antiseptik lebih dianjurkan), cairan untuk mencuci luka boleh menggunakan air hangat rebusan daun jambu biji (5 lembar daun jambu biji di rebus dalam 1 liter air sampai menjadi 0,5 liter), cairan tersebut telah terbukti mampu menggurangi bau khas pada luka dan melancarkan peredaraan darah. Atau bisa juga menggunakan cairan infuse NaCl.

2. Hindari mencuci dengan cairan yg toksik utk luka misalnya H2O2

3.  Keringkan luka dengan kassa steril

4. Perhatikan detail luka, warna luka, ukuran, jumlah cairan, bau (Jika ingin didokumentasikan/di foto luka akan lebih baik lagi, sehingga perkembangan luka jelas terlihat)

5. Gunakan balutan luka/obat topikal luka sesuai dgn warna dasar luka

6. Jika terdapat luka warna dasar hitam atau kuning, maka itu adalah jaringan mati yang harus dilakukan pengangkatan jaringan mati tersebut oleh perawat/dokter, atau bisa juga dgn menggunakan obat khusus yg dapat melunakan jaringan mati tersebut, sehingga akan mudah untuk dilakukan pengangkatan jaringan, misalnya: hydrogel. Luka yang baik adalah jika warna dasar luka sudah berwarna merah.

7. Tutup luka dengan menggunakan kassa/balutan modern yg sesuai

8. Plester/filsasi dengan menggunakan plester yg aman/hypoalergi, plester tertutup semua bagian kassa (bukan hanya pinggir kassa), utk menjamin balutan dapat bertahan lama dan mencegah balutan kotor.

9. Pakai kaos kaki yg lembut, nyaman dan menyerap keringat (terutama saat keluar rumah) untuk menghindari balutan kotor juga memberikan rasa nyaman pada penderita.

10. Cuci tangan

Posted on April 21, 2013, in Diabet melitus and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: