Pencegahan Diabetes Turunan

Pencegahan diabetes, berdasarkan etimologi (penyebab), ada ada bebearapa macam diabetes  melitus (DM) yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2 serta tipe khususseperti gestasional DM (terjadi saat kehamilan), MODY (Maturity Onset of diabetes of the Young) dan lain – lain. Namun yang paling sering ditemukan diwilayah asia pasifik adalah DM tipe 2 yang di tandai oleh berkurangnya sekresi insulin, terjadinya resistensii insulin, produksi berlebihan glukosa hati dan gangguan metabolisme lemak.

Diabetes melitus tipe 2 bersifat multifaktorial (genetik dan lingkungan). Pola hereditas (pewrisan terhadap keturunan) belum jelas karena penyakit diabetes melibatkan banyak gen dan tidak mengikuti hukum mendel. Seseorang yang salah satu orang tuanya menderita diabetes melitus tipe 2 akan memiliki resiko lebih besar untuk terkena penyakit tersebut. Namun bila kedua orang tuanya sama – sama menderita DM tipe 2 kemungkinan sang anak terkena mencapai 40%.

Faktor  – faktor resiko diabetes melitus tipe 2 meliputi :

# Faktor resiko yang tidak bisa di ubah

  • Ras/etnis tertentu seperti afro-amerika, latin, asia-amerika dan warga kepulauan pasifik
  • Riwayat keluarga dengan diabetes melitus
  • Usia gangguan toleransi glukosa meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu seseorang yang memiliki usia di atas 45 tahun harus dilakukan pemerikasaan diabetes melitus
  • Riwayat  melahirkan bayi dengan berat badan lahir bayi lebih dari 4000 gram atau riwayat pernah DM gestasional
  • Riwayat lahir dengan berat badan rendah  (kurang dari 2,5 Kg)

# Faktor resiko yang dapat diubah/dimodifikasi

  • Berat badan lebih
  • kurangnya aktifitas fisik atau jarang olahraga
  • tekanan darah tinggi/hipertensi

Meskipun genetik berpengaryh, faktor lingkungan memiliki andil yang tidak kalah besarnya dalam kemunculan dan perkembangan penyakit diabetes melitus. Untuk itu kita dapat melakukan pencegahan diabetes melitus primer sebagai berikut :

  1. Pengaturan pola makan atau diet yang sehat untuk menjaga berat tubuh yang stabil. proporsi yang di anjurkan dalam porsi makanan adalah 60-70% karbohidrat, 10-15% protein dan 20-25% lemak.
  2. batasi jumlah lemak jenuh dan lemak trans di dalam pola makan. Perbanyaklah makanan berserat atau fiber dan biji-bijian (sayuran dan buah-buahan)
  3. hindari rokok dan pengaruh asapnya
  4. hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis
  5. hindari makanan siap saji dengan kadar kandungan karbohidrat  dan lemak tinggi
  6. selalu mengontrol tekanan darah secara berkala
  7. berolahragalah yang cukup minimal 2,5 jam dalam seminggu. tidak perlu terlalu berat, olahraga jalan cepat, jogging atau berenang sudah cukup

Disarankan untuk melakukancek kesehatan lengkap tiap sekali dalam setahun. Pemeriksaan gula darah puasa dan gula darah 2 jam setelah makandapat digunakanpula sebagai sarana skrining awal pencegahan diabetes.

Posted on Juni 7, 2012, in Diabet melitus and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: