Mitos Tentang Diabet Melitus

Diabet melitus adalah salah satu penyakit utama. Oleh sebab itu, amat penting bagi Anda memahaminya dengan benar penyakit diabet melitus. Banyak informasi mengenai diabet melitus yang tidak benar. banyak informasi menyesatkan masalah diabet melitus bahkan telah menjadi semacam mitos yang beredar di masyarakat. Berikut ini adalah beberapa mitos tentang penyakit diabet melitus:

1. Diabet mellitus penyakit biasadiabet melitus

Diabet melitus adalah salah satu penyebab utama kematian. Dua dari tiga penderita diabet melitus meninggal dunia karena penyakit jantung dan stroke

2. Gula darah sedikit diatas normal tidak masalah

Peningkatan kadar glukosa darah terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan organ, bahkan meskipun kenaikannya hanya sedikit. Kelebihan gula dalam darah dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

3. Hanya orang dewasa saja yang menderita Diabet melitusdiabet melitus

Hal ini hanya berlaku untuk diabet melitus kering, karena pada umumnya dijumpai pada orang dewasa. Tapi sekarang semakin banyak anak dan remaja yang menderita diabet melitus kering, terutama pada mereka yang kelebihan berat badan. Diabet mellitus basah bahkan dimulai pada masa anak-anak.

4. penyebab diabet melitus karena makan dan minum yang manis-manis

Diabet melitus basah disebabkan oleh faktor genetik dan tidak diketahui pemicunya, sedangkan diabet melitus kering disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup. Diabet melitus basah disebabkan oleh kerusakan sel-sel di pankreas yang memproduksi insulin, yang tidak berhubungan dengan konsumsi gula. Diet tinggi kalori, baik dari gula atau dari lemak, dapat meningkatkan berat badan yang pada akhirnya meningkatkan risiko Diabet melitus kering.

5. Semua penderita diabet melitus memiliki kelebihan berat badan

Kebanyakan penderita Diabet melitus kering. memang memiliki kelebihan berat badan, tetapi tidak semuanya. Faktor-faktor lain seperti riwayat keluarga, usia dan kebiasaan hidup juga berperan. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan faktor-faktor risiko lain dan menyangka bahwa berat badan adalah satu-satunya faktor risiko. Banyak orang yang kelebihan berat badan tidak terkena Diabet melitus dan banyak pula penderita Diabet melitus  yang memiliki berat badan normal. (Untuk mengetahui risiko Anda terkena diabetes melitus.

6. Penderita Diabet melitus tidak boleh mengonsumsi makanan/minuman yang manis

Jika dikonsumsi sebagai bagian dari rencana diet yang sehat, atau dikombinasikan dengan olahraga, makanan/minuman manis boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes. Namun, meskipun bukan pantangan, penderita diabetes tetap perlu membatasi makanan/minuman yang manis. Karbohidrat dalam makanan/minuman manis dapat meningkatkan kadar glukosa darah dengan cepat. Untuk menjaga glukosa darah, makanan atau minuman yang manis sebaiknya dikonsumsi setelah makanan rendah karbohidrat.

7. Penderita Diabet melitus harus mengikuti diet khusus

Tidak ada diet khusus untuk penderita Diabet melitus. Pola makan seimbang yang diajurkan bagi semua orang juga dan duanjurkan untuk penderita diabet melitus. Diet dalam pola makan seimbang adalah yang terdiri dari karbohidrat kompleks seperti nasi, ubi, kentang dalam jumlah cukup, protein dalam jumlah sedang, lemak (terutama sedikit lemak jenuh dan lemak trans) dalam jumlah sedikit, garam dan gula moderat, buah-buahan dan sayuran.

8. Suntikkan insulin harus didapatkan seumur hidup

Hal ini hanya berlaku untuk diabet mellitus basah. Penderita Diabet melitus kering ketika baru didiagnosis biasanya dapat menjaga glukosa darah mereka pada tingkat yang sehat dengan obat-obatan. Namun seiring waktu, tubuh mereka secara bertahap menghasilkan lebih sedikit insulin, dan akhirnya obat-obatan mungkin tidak cukup untuk menjaga kadar glukosa darah yang normal. Suntikan insulin seringkali mereka perlukan untuk mengendalikan kadar glukosa darah ke tingkat yang sehat. Namun, biasanya tidak terus-menerus. Dengan pola makan yang baik dan peningkatan aktivitas fisik, status metabolik seringkali dapat ditingkatkan ke titik di mana insulin atau obat-obatan tidak diperlukan lagi untuk mengendalikan gula darah.

9. Diabet melitus tidak dapat sembuh

Diabet melitus basah memang harus selalu mendapatkan insulin. Diabet melitus basah, sel-sel pankreas yang memproduksi insulin dihancurkan oleh gangguan autoimun. Setelah hancur, sel-sel tidak akan pernah membuat insulin lagi. Penderita Diabet mellitus basah akan selalu memerlukan suntikan insulin (sampai obatnya ditemukan). Namun, berbeda dengan Diabet melitus basah, Diabet melitus kering. bisa disembuhkan. Suatu terapi yang konsisten, termasuk perubahan gaya hidup, dapat menstabilkan kadar gula darah sedemikian rupa sehingga selalu dalam kisaran normal. Diabetes kehamilan, jenis lain dari diabet melitus yang terjadi selama kehamilan, pada umumnya akan menghilang sendiri setelah melahirkan anak.

Posted on Maret 5, 2012, in Diabet melitus and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: