Apa itu diabet melitus

diabetMellitus yang umumya dikenal sebagai kencing manis dalam paradigm sehat (Wellness Paradigm) bukan penyakit. diabet akan dilihat sebagai salah satu karakteristik unik manusia, seperti halnya karakteristik gen yang herediter lainnya, misalnya warna mata, rambut, kulit, bentuk wajah, dll. Diabetes tidak mengganggu selama ia tidak ditata dengan baik. Sama dengan kita menata dan merawat rambut atau wajah kita.

Pembentukan diabet yang utama adalah dikarenakan kurangnya produksi insulin (diabet mellitus tipe 1, yang pertama dikenal), atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulsin (diabet mellitus tipe 2, bentuk yang lebih umum). Selain itu, terdapat jenis diabet mellitus yang juga disebabkan oleh sesistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil. Tipe 1 membutuhkan penyuntikan insulin, sedangkan tipe 2 diatasi dengan pengobatan oral dan hanya membutuhkan insulin bila obatnya tidak efektif. diabet mellitus pada kehamilan umunya sembuh engan sendirinya setelah persalinan.

Gejala awal Ddiabet behubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg?dl, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri). Akibat poliuri maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).

diabet. Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehinga banyak makan (polifagi). Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga. Penderita Diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi. Karena kekurangan insulin yang berat, maka sebelum menjalani pengobatan penderita diabet tipe 1 hampir selalu mengalami penurunan berat badan. Sebagian bear penderita diabet tipe 2 tidak mengalami penurunan berat badan.

Pada penderita diabet tipe 1, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis). Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam. Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabet tipe 1 bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stress akibat infeksi, kecelakaan atau penyakit yang serius. Penderita diabet tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang menyerupai sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai labih dari 1.00 mg/dl, biasanya terjadi akibat stress-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan.

Pemahaman dan partisipasi pasien sangat penting karena tingkat glukosa darah berubah terus, karena kesuksesan menjaga gula darah dalam batasan normal dapat mencegah terjadinya komplikasi diabet. Faktor lainnya yang dapat mengurangi komplikasi adalah: berhenti merokok, mengoptimalkan kadar kolesterol, menjaga berat tubuh yang stabil, mengontrol tekanan darah tinggi, dan melakukan olah raga teratur.

Penyebab diabet

Pola Makan

•Keaneka-ragaman menu makanan Indonesia yang menggoda•Dampak globalisasi dengan hadirnya menu dari banyak negara lainnya•Budaya konsumsi karbohidra yang melekat erat pada orang Indonesia.Pola Kerja

•Bagi para entrepreneur kehidupan kerja yang menyatu dengan suasana lobbying dan entertainment dalam suasana santai seputar meja makan menjadi bagian keseharian•Kemacetan dan jarak yang jauh antara rumah dan tempat kerja membuat kebiasaan makan diluar rumah menjadi bagian hidup•Waktu istirahat yang sempit menjadi bagian yang penting dalam mengambil keputusan pilihan makanan dan istirahat.

Kurangnya Olah Raga

•Rutinitas kehidupan tidak memberi peluang bagi budaya olahraga secara menyeluruh•Tempat yang representative sering berhubungan dengan biaya membuat olahraga menjadi pilihan bukan budaya•Informasi olahraga yang sesuai dengan karakteristik setiap anak manusia bukanlah informasi yang udah diperoleh atau mudah dicerna sehingga banyak pertanyaan tak terjawab membuat olahraga digeser pada prioritas bawah dalam penyelesaian masalah kesehatanKendala Komunikasi

•Kelompok informal untuk membahas suatu topik pribadi lebih dipandang sebagai kelompok gossip, tidak ada jaminan confidential, tidak ada solusi•Perbedaan informasi, pengetahuan, waktu kehidupan, menjadi penghalang terbentuknya kelompok informal secara kontinyu•Problem terbesar adalah tidak ada fasilitator dan program yang komprehensif untuk menyelenggarakan kelompok informal secara kontinyu•Problem terbesar adalah tidak ada fasilitator dan program yang komprehensif untuk menyelenggarakan kelompok informal yang sehat dan bermanfaat.Gejala-Gejala diabet.

•Peningkatan kadar gula darah yang ditandai dengan gejala awal seperti : turunnya berat badan, sering kencing di malam hari, dll•Keluhan letih, lesu, berkeringat  diabet.

Posted on Desember 26, 2011, in Diabet melitus and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: